tugas SASPOP
Giska N R Djunaedy
F 211 05 081
Sastra Populer
Sastra populer merupakan satu genre sastra yang lama sekali dikesampingkan dan dianggap rubbish dalam dunia sastra. Setelah sekian lama hidup semarak di masyarakat, baru mulai tahun 1960an sastra populer masuk dalam literary canon di Amerika (Perrine, 1993: 3-6).
Pada tahun 1960an terjadilah perubahan yang signifikan dalam kritik sastra Amerika. Semula hanya sastra ”elite” yang diakui sebagai catatn budaya dan sejarah masyarakat Amerika yang penting (signifikan) tetapi setelah dekade enam puluhan para kritikus sastra Amerika mulai membuka mata terhadap fiksi populer yang dibentuk dan diproduksi untuk masyarakat umum. (Radway, 3)
Sastra populer juga disebut formula literature karena sastra populer sangat tergantung pada pola tertentu atau formula, yaitu suatu struktur narasi suatu karya sastra. Istilah formula dapat dipahami dari dua sisi: pertama, menunjuk pada suatu cara tertentu dalam menangani suatu fenomena yang terjadi di masyarakat ataupun konflik pribadi; kedua, formula dapat menunjuk pada tipe alur cerita. (Cawelty, 5)
Beragam formula sastra populer dapat diklasifikasikan dalam beberapa arketipe, misalnya roman, misteri, petualangan, pembunuhan, melodrama, dsb. Ciri khas yang terpenting dalam formula ini berupa penggabungan beberapa setting dan plot untuk membentuk suatu pola tradisional tentang kebenaran, kebajikan, dan kejahatan. Tujuan melodrama dalam fiksi populer yang didasari oleh fantasi moral adalah untuk menunjukkan kebenaran yang esensial dalam tatanan dunia.
Sastra populer berkisar pada persepsi individu yang spesifik serta perkembangan cara memandang dan bereaksi atas suatu fenomena yang keseluruhannya merupakan arti kehidupan (White, ix). Fiksi populer biasanya berkaitan dengan usaha untuk mengabadikan aspirasi dan pengalaman masyarakat sehingga darinya kita bisa gali mitos budaya dan hal-hal yang dianggap kebenaran oleh masyarakatnya.